Kode Etik Fansub

Dalam pembuatan subtitle, Fansub mempunyai kode etik yang harus (sebenarnya wajib hukumnya) dipegang. Apakah isi kode etik fansub itu? kode etik ini di ambil dari hasil rapat Kanindo (Komunita Fansub Indonesia, akan dijelaskan lebih lanjut nanti)

Kode Etik
Hasil Rapat KANINDO 11-16 Februari 2013

Kode Etika Fansub Indonesia :
1. Ikhlas dan tanpa paksaan.
2. Fansub yang lain boleh merilis film yang sudah di-sub sebelumnya, baik bersamaan ataupun tidak.
3. Jangan saling menjatuhkan Fansub.
4. Hargai kontributor anime/film resmi yang melisensinya untuk ditayangkan di TV lokal dengan tidak   meng-sub-nya.


Kode Etika Fans dan atau Pengunduh :
1. Jangan mencemooh, berkata kasar atau menghina Fansub, kalau subtitle tidak sesuai harapan Anda.
2. Fans tidak boleh memaksa Fansub untuk merilis anime secepat-cepatnya.
3. Dilarang keras menjual dan mengambil keuntungan dari hasil proyek Fansub.


Mengenai Rilisan :
1. Diperbolehkan memasukkan link download ke blog pribadi dengan mencantumkan Credit.
2. Link download berasal dari web aslinya tanpa dipasang redirect link, iklan, dan tool-tool paste lainnya.
3. Untuk reupload dan streaming, harus mendapat izin dari Fansubnya terlebih dahulu.


Fansub perwakilan :
1. Aleki
2. IndoAnime-Hikari
3. LaskarSOS
4. Fansub Jalanan
5. LuluSubs
6. MaDeSu
7. KiseeKi
8. NBL
9. MoeSubs
10. ASI


Revisi ini mulai berlaku pada tahun 2013, KANINDO tidak bertanggung jawab terhadap Fansub atau Fans yang melanggar kode etik ini.


Ketua KANINDO
Akkun & AO-kun

Share This :

0 Response

Malu bertanya sesat dijalan, Enggan Berkomentar "Sombong yah" :v